SELAMAT DATANG DI BLOG BANG ANJHU "blog bang anjhu merupakan salah satu blogspot yang menyediakan berbagai informasi baik dari segi materi maupun segi pemberitaan" untuk kerja samanya atas kunjungan anda silahkan masukkan komentar anda di post komentar !!! terima kasih telah berkunjung jangan bosan-bosan yah!!! "

Translate

Kamis, 17 Januari 2013

Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anaknya

Tanggung jawab orang tua terhadap anak nya
Orang tua adalah orang yang telah mengandung dan membesarkan anak-anaknya untuk mencapai keberhasilan.

Rasul SAW bersabda: “Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah” tergantung kedua orang tuanya, secara sadar atau tidak, hendak membentuk mereka seperti apa. Akan membentuk anak-anak yang shalih yang menyejukkan pandangan mata siapa pun yang mengenalnya, atau hendak menjadikannya anak thaleh (salah) yang dibenci setiap orang yang memandangnya.
Adapun tanggung jawab (kewajiban) orang tua terhadap anaknya yang harus dia penuhi.
1.  memberi nama yang baik kepada anaknya
2. memberikan pendidikan (syarat islam)
3. menikahkannya
 Poin pertama yaitu mmberi nama yang baik buat anak
Nama adalah simbol perbedaan agar mampu membedakan orang yang satu dengan yang lainnya, sehingga kita mampu mengenalinya. Dengan adanya nama kepada anak allah akan meridhoi nya dan nama yang sangat ALLAH ridhoi adalah nama yang mempunyai arti yang baik karena nama sesorang itu adalah doa. Apa yang harus dilakukan seorang ibu setelah mengandung bayinya salah satu diantaranya menyiapkan nama yang baik untuk bayinya.
حدثنا أبو داود قال حدثنا قيس عن أبي إسحاق قال سمعت هاني بن هاني يحدث عن علي قال : لما ولد الحسن بن علي قلت سموه حربا وقد كنت أحب أن اكتني بأبي حرب فأتى رسول الله صلى الله عليه و سلم فدعا به قلنا سميناه حربا قال رسول الله صلى الله عليه و سلم بل هو الحسن فلما ولد الحسين سميناه حربا فجاء النبي صلى الله عليه و سلم فقال ما سميتموه قلنا حربا قال رسول الله صلى الله عليه و سلم هو حسين (مسند الطيالسي)
Telah menceritakan pada kami Abu Dawud, telah menceritakan pada kami Qais dari Abi Ishaq berkata saya mendengar Hani b. Hani menceritakan dari Ali berkata: tatkala Hasan b. Ali dilahirkan saya berkata namanya harban sungguh saya ingin menuliskannya menjadi Abi Harb, maka Rasulullah Saw datang: tetapi ia al-Hasan. (tahun berkutnya) ketika al-Husain dilahirkan saya memberikannya nama harba maka datang Rasulullah Saw, dan berkata siapa namanya ?, kami mengatakan: Harban, maka Rasulullah Saw bersabda: tetapi ia Husain. (Musnad al-Thayalisi)
Poin ke dua yaitu memberikan pendidikan menurut syariat islam
Memberi pondasi keimanan kepada anak itu hal yang utama yang harus di lakukan seorang ibu karena dengan iman seorang anak mampu taat beribadah kepada ILAH (ALLAH) dan menjadi anak yang sholeh.  Dengan pondasi yang kuat atas keimanan yang di pegang anak tidak akn goyang jika di rasuki oleh pemikiran-pemikiran yang salah. Karena sekarang banyak sekali manusia-manusia yang ingin menyesatkan kita agar kita musyrik. Naudzubillah min dzalik.
Berikut ini ayat yang menunjukkan tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan:
Q.S.al-Tahrim/66:6
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (6)
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Q.S.Luqman/31:12-19
وَلَقَدْ آَتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ (12) وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (13) وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ (14) وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (15) يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ (16) يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ (17) وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (18) وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ (19)
Artinya: Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”(12) Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”(13) Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.(14) Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (15) Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.(16) Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).(17) Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.(18) Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.(19).
Apabila kita perhatikan, terjemahan DEPAG di atas, nampaknya tidak menyebutkan secara eksplisit atau langsung tentang tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anaknya, namun bagi orang-orang yang berpikir dan mengerti tentang al-Qur’an, ayat tersebut dapat dipahami dengan mudah. Maka dapat dikatakan jika dalam terjemahan Depag belum dapat dilihat langsung tentang tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anak, kecuali bagi orang-orang yang berpikir dan meneliti tentang al-Qur’an.
Poin ke tiga yaitu menikahkan anaknya
Bagaiaman menjadi seorang bapak/ibu yang baik dia adalah yang mampu melaksanakan tanggung jawab mereka. Setelah poin ke tiga ini terlaksana maka jatuhlah tanggung orang tua kepada anaknya.
Itulah pembahasan saya kali ini ada 3 poin besar tanggung jawab orang tua kepada anaknya. Sekian dan terima kasih.
Poskan Komentar